Aksi Simpatik Kecam Perundungan Disabilitas

Siaran Pers

Mengecam Bully Disabilitas (MF) Di Kampus Universitas Guna Dharma 16 Juli 2017

Narahubung: Trian Airlangga 087780328205

Jonna Damanik +62 878-8845-7889

Peristiwa kekerasan yang menimpa MF mahasiswa Universitas Gunadarma yang dilakukan beberapa temannya di Kampus kembali menyanyat rasa kemanusiaan kita. Apalagi video yang berdurasi 14 detik yang diunggah oleh seseorang di Instagram menggambarkan tidak ada satupun yang mampu mencegah penghinaan tersebut, malah menunjukkan cara pandang sosial yang merendahkan. Bahkan saat korban berusaha membela diri menjadi bahan candaan dan teriakan yang memojokkan.

Bullying UG

Situasi ini sangat menimbulkan keprihatinan yang mendalam. UU Nomor 8 Tahun 2016 menyatakan pada pasal 42 ayat 3 bahwa Setiap Penyelenggara Pendidikan Tinggi wajib menfasilitasi pembentukan Unit Layanan Disabilitas. Sedangkan di Pasal 145 menyatakan Setiap Orang yang menghalang-halangi dan/atau melarang Penyandang Disabilitas untuk mendapatkan hak sebagaimana dalam pasal 143 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). Pasal 143 point a menjelaskan tentang peringatan setiap orang yang menghalang-halangi penyandang disabilitas memperoleh hak pendidikan.

Oleh karena itu kami yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas menyampaikan hal hal sebagai berikut:

  1. Mengecam keras tindakan dan perilaku yang tidak manusiawi dari orang orang yang notabene sebagai mahasiswa.
  2. Mengecam segala bentuk cara pandang sosial yang mengarah pada penghinaan, merendahkan martabat kepada korban.
  3. Bagi semua Mahasiswa yang terlibat dan meramaikan perbuatan keji tersebut wajib diberikan sanksi sosial dan penyadaran tentang Hak Hak Penyandang Disabilitas.
  4. Hukuman sanksi sosial tersebut adalah 5 tahun berturut turut mengikuti kegiatan Disabilitas, minimal 2 kali setiap bulannya.
  5. Menuntut pelaku dan para mahasiswa yang menyaksikan perbuatan keji tersebut untuk mendapatkan bimbingan dari orangtuanya masing masing dan tidak mengulangi perbuatannya lagi
  6. Pihak kampus agar segera mensosialisasikan cara berinteraksi dengan Disabilitas dengan memperhatikan hak hak penyandang Disabilitas sesuai UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dengan melibatkan organisasi Disabilitas.
  7. Meminta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai penanggung jawab keberlangsungan Pendidikan Tinggi segera melakukan evaluasi atas Pendidikan Inklusi yang tidak memperhatikan hak hak penyandang Disabilitas di Universitas Guna Dharma dan mencegahnya agar tidak terulang kembali pada semua Universitas di Indonesia.  
  8. Kejadian ini harus menjadi perhatian semua lembaga Pendidikan Tinggi tentang pentingnya mensosialisasikan hak hak penyandang Disabilitas kepada seluruh civitas akedemikanya dengan membuka Layanan Unit Disabilitas dan menyertakan Penyandang Disabilitas dalam setiap aksinya.
  9. Bahwa hak dan kedudukan penyandang disabilitas secara konstitusional mempunyai posisi yang sama baik dimata hukum, masyarakat, lingkungan pendidikan dan pemerintahan.
  10. Penyandang disabilitas sebagai warga negara yang memiliki kebutuhan khusus, fisik, mental, intelektual, atau sensorik, akan berhadapan dengan berbagai hambatan yang dapat menghalangi partisipasi mereka secara penuh dan efektif dalam masyarakat, dengan berdasarkan pada asas kesetaraan dengan warga negara pada umumnya. Untuk itu semua pihak mempunyai kewajiban untuk melaksanakan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang didalamnya mengandung 3 unsur yaitu tanggung jawab menghormati, tanggung jawab melindungi dan tanggung jawab memenuhi. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk memenuhi aksessibilitas baik fisik maupun non fisik.

Untuk itu beberapa perwakilan dari gerakan ini akan mengadakan Aksi Simpatik pada 17 Juli 2017 Jam 10.00 di Gedung Rektorat Universitas Gunadarma di Jalan Margonda Raya Depok dengan agenda Audiensi, membacakan pernyataan sikap bersama dan surat keprihatinan dari setiap organisasi disabilitas.

Semoga ada hikmah besar dari peristiwa ini, untuk lebih memperhatikan hak hak penyandangDisabilitas. Tentunya pengalaman ini menjadi tahapan sosialisasi terus menerus UU Penyandang Disabilitas setelah disahkan, guna memajukan hak hak penyandang disabilitas, dan umumnya membangun kualitas kehidupan yang lebih baik.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan untuk menjadi perhatian kita semua.  

#equalrightsnow  

#accessibility4all

Bagi yang mendukung pernyataan sikap dapat menuliskan nama organisasi/pribadi/komunitas dibawah  ini

Organisasi:

  1. Rumah Autis  
  2. Yayasan Balita Tunanetra  
  3. Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni)
  4. AUDISI Indonesia (Advokasi untuk Inklusi Disabilitas)  
  5. Bandung Independent Living Center (BILiC)  
  6. Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB)  
  7. LBH Disabilitas  
  8. Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA)  
  9. Yayasan Sehjira  
  10. Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan Sulsel (Perdik)  
  11. Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI)  
  12. CIQAL – Yogyakarta  
  13. Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia – GERKATIN PROV. DKI JAKARTA  
  14. Pusat Rehabilitasi YAKKUM  
  15. Rumah Cerebral Palsy  
  16. Sehati Sukoharjo  
  17. PPDK -Klaten
  18. UCPRUK  Yogyakarta  
  19. Yayasan Cinta Sahabat Sosial  
  20. PPMDI (Persatuan Pengusaha Muda Disabilitas Indonesia)
  21. PLJ (Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat)
  22. PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia).
  23. PPDI Sragen
  24. HWDI Himpunan Wanita Disabilitas – Sulawesi Selatan
  25. DPP HWDI
  26. Dria Manunggal
  27. Yayasan Puspadi Bali
  28. FKM BKA Aceh
  29. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK)
  30. Persatuan Penyandang Cacat (PERPENCA) Jember
  31. Forum Peduli Difabel Arjasa Jember 31. Forum Peduli Pendidikan Jember
  32. Rotary Club of Jakarta Sentral.
  33. SMA IMMERSION PONOROGO
  34. Akadini (Asosiasi Keluarga dengan Disabilitas Netra Indonesia)
  35. Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera – Gunung Kidul Yogyakarta
  36. PPRBM – Solo

Komunitas

  1. Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT)
  2. Perintis Jakarta Ramah Autis (PJRA)
  3. Koalisi Pejalan Kaki
  4. Komunitas Orangtua ABK Emak Cakep Anak Keren
  5. Naura Family Edu Centre
  6. Baby Community
  7. BEAT (Barrier Free Environment and Accessible Transport for All)
  8. Komunitas Emak Setrong (Ortu ABK)
  9. Indonesia Disabled Care Community (IDCC)
  10. Forum Malang Inklusi
  11. KUAT (Komite untuk Aksesibilitas Transportasi)
  12. Gerakan Peduli Disabilitas (Gertas)
  13. Paguyuban Inklusi Daya Mandiri Surabaya
  14. Bravo for Disabilities  
  15. Komunitas M16 – Mataram
  16. Akar Tuli Malang

Pribadi:

  1. Primaningrum A ( Ortu ABK & alumni STIMIK Gunadarma 1988)
  2. Niluh Sri Handayani( Ortu ABK & Alumni STIMIK Gundar 91)
  3. IB.Budi Utama (Ortu ABK & Alumni  STIMIK Gundar 91
  4. Cucu Saidah
  5. Dwi Ariyani
  6. Dina Fahima ( solider )
  7. Sri Lestari Klaten
  8. Samudra
  9. Jaka Ahmad (tunanetra/Flinders University, Australia)
  10. Maria Muslimatun – Yogyakarta
  11. Irdanelly (Alumni STIE Gunadarma 96)
  12. Istiaq Mubarak  
  13. Rini Rindawati (SAPDA)
  14. Rachmita (Pengajar tetap UMB, alumni UMB ’90)
  15. Sapto Suharno
  16. Yustitia Arief SH – Disabilitas Polio
  17. Harliza Diah Purnomowati
  18. Rubby Cahaya Rani
  19. Maesaroh binti Rozali
  20. Ruth Eveline
  21. Bahrul Fuad
  22. David Tjahjana (DAUN)  
  23. Lies Arum Wardhani
  24. Farida Lucky Utami
  25. Ria Deviana
  26. Slamet Tohari, PSLD Unibraw Surabaya
  27. Chairunnisa
  28. Frieda Simangunsong
  29. Totok Bintoro (IndoEducForAll)
  30. Noor Azmi (Pemerhati Disabilitas)
  31. Iin Saputri (Alumni Flinders University)
  32. Maria Un
  33. Totok Rawi Djati – SAPDA Jogja
  34. Primarendra – SAPDA Jogja
  35. Bambang Rudianto, S.Sos – Camat Sukorambi, Kab. Jember, Jawa Timur.
  36. Suparto – PERPENCA Jember, Jawa Timur
  37. Moh. Zaenuri Rofi’i – PERPENCA Jember
  38. Rike Puspitasari (Ortu ABK Autis)
  39. Ermasari Susanti (Ortu ABK Autis)
  40. Harliza Diah Purnomowati (Ortu ABK Autis)
  41. Adysti Issusilaningtyas (Ortu ABK Autis)
  42. Zakiyyatul Fakhiro (Ortu ABK Autis)
  43. Elly Silmi (Ortu ABK Autis)
  44. Agus Ferdinand (Ortu ABK Autis)
  45. Lovita Cendana (Ortu ABK Autis)
  46. Endang Susie (Ortu ABK Autis)
  47. Lenggang Pakuan (Ortu ABK Autis)
  48. Parameswari (Ortu ABK Autis)
  49. Jenny M Indarto (Ortu ABK Autis)
  50. Uswatun Hasanah (Ortu ABK Autis)
  51. Tika (Ortu ABK Autis)
  52. Briliantina L Hidayat (Ortu ABK Autis)
  53. Fitri Nurjana (Ortu ABK Autis)
  54. Sri Rahma (Ortu ABK Autis)
  55. Donna Angeline Utami (Ortu ABK Autis)
  56. Leni lestari (Ortu ABK Autis)
  57. Risrona Talenta Simorangkir (Ortu ABK Autis)
  58. Asnia Pane (Ortu ABK Autis)
  59. Debit Ridawati (Ortu ABK Autis)
  60. Rini Saribanon (Ortu ABK Autis)
  61. Jevi Silva (Ortu ABK Autis)
  62. Selfiana Safitri (Ortu ABK Autis)
  63. Darlia Martiningsih (Ortu ABK Autis)
  64. Nur Rany Fatimah (Ortu ABK Autis)
  65. Rani Rapshodhy (Ortu ABK Autis)
  66. Meriza Yolanda (Ortu ABK Autis)
  67. Sri Suwarti (Ortu ABK Autis)
  68. Michelle Dian Lestari (Ortu ABK Autis)
  69. Ita Lestari (Ortu ABK Autis)
  70. Herlina Nuraeni (Ortu ABK Autis)
  71. Daminatilada (Ortu ABK Autis)
  72. Kimshameka (Ortu ABK Autis)
  73. Nora Yuni Astuti (Ortu ABK Autis)
  74. Tata Syarief (Ortu ABK Autis)
  75. Ajeng Pramono (Ortu ABK Autis)
  76. Riza iskandar (Ortu ABK Autis)
  77. Budi Winarto (Ortu ABK Autis)
  78. Mathilda (Ortu ABK Autis)
  79. Ayu Yustitia (Ortu ABK Autis)
  80. Ling An (Ortu ABK Autis)
  81. Lovita Cendana (Ortu ABK Autis)
  82. Mutiara Huslaili (Ortu ABK Autis)
  83. Alifia Garani (Ortu ABK Autis)
  84. Ima Setiani (Ortu ABK Autis)
  85. Agustin Kurnia Dewi (Ortu ABK Autis)
  86. Khairunnisa F. A. (Ortu ABK Autis)
  87. Fauziyyah Salmaa (Ortu ABK Autis)
  88. Titi Nursamsyu (Ortu ABK Autis)
  89. Hafshah Aulia (Ortu ABK Autis)
  90. Nabila Sulistiani (Ortu ABK Autis)
  91. Selvita Brilyana (Ortu ABK Autis)
  92. Rizkia Sabilla (Ortu ABK Autis)
  93. Cahyati Rizky H (Ortu ABK Autis)
  94. Yayang Fadhyla A (Ortu ABK Autis)
  95. Yemima.C (Ortu ABK Autis)
  96. Wanda Fauzan (Ortu ABK Autis)
  97. M Andrew Antonio (Ortu ABK Autis)
  98. Maya DRF Wijaya (Ortu ABK Autis)
  99. Astri Permata Sari (Ortu ABK Autis)
  100. Suwito PGH (Ortu ABK Autis)
  101. Siswadi
  102. Berry B Tanukusuma (aktifis Insan Pasca Stroke dan Orangtua Anak Tuna Netra)
  103. Heroe DNIKS
  104. Ari Kurniawan
  105. Hardiyo – Gunung Kidul Yogyakarta
  106. Siswadi
  107. Siradjudin Fahmi (wartawan dan pemerhati permasalahan Disabilitas)
  108. Rita Fithriyaty
  109. Dian Septi  
  110. Patricia Tampubolon  
  111. Ridwan Sumantri – Disabilitas Pengguna Kursi Roda
  112. Sunarman Sukamto
  113. Heny Haryani
  114. Diana Effendi
  115. Mimi Lusli
  116. I Nengah Latra
  117. Suharto
  118. Revita Alfi
  119. Rina Prasarani

       

Lowongan Kerja Terbaru (Bank BRI)

PT. KARYAPUTRA SURYAGEMILANG (KPSG) membuka kesempatan untuk pencari kerja disabilitas khusus untuk TUNA DAKSA untuk posisi Staff Admin. Kami mengundang anda, pencari kerja yang memiliki semangat, dan kemauan tinggi untuk bergabung dan berkembang bersama kami sebagai: STAFF ADMIN

 

Lowongan ini terbuka bagi anda yang memiliki kualifikasi sbb :

a. Pria / Wanita

b. Penyandang Disabilitas (Tunadaksa)

c. Mau bekerja secara mandiri

d. Bersedia ditempatkan di Bank BRI wilayah Jakarta

 

Kirimkan CV lengkap anda ke orida.siahaan@kpsg.com atau jakarta@kpsg.com dengan subjek email: “KPSG-IDCC_Nama Anda” paling lambat tanggal 30 Juni 2016 (info terbaru-berbeda dengan di poster).

Lowker Disabilitas-page0001

 

Peluncuran Buku “Sekarang atau Keburu Mati!”

IMG-20160227-WA0009

“Keterbatasan pastilah ada pada setiap manusia. Tapi apa yang Habibie perlihatkan, keterbatasan bukanlah menjadi alasan dan penghambat. Dirinya berusaha tetap bermanfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Buku ini perlu dibaca oleh Anda dan keluarga Anda. A lifetime inspiration!” (Ippho Santosa)

Penasaran, apa saja isi buku ini sampai Ippho Santosa merekomendasikannya? Yuk, hadiri peluncuran sekaligus bedah buku “Sekarang atau Keburu Mati!” (SKAK MAT!) karya Habibie Afsyah.

Kapan dan dimana?
Lokasi di Function Room, Gramedia Matraman;
Sabtu, 5 Maret 2016; pukul 14.30 – 17.30

Acara ini terbuka untuk umum, kamu cukup tunjukkan buku “SKAK MAT!” ini atau langsung beli di lokasi. Ssst… kuota terbatas lho!

Lowongan Kerja Terbaru [Minimal SMA/SMK]

Dicari penyandang disabilitas yang ulet dan terampil untuk mengisi posisi lowongan kerja yang dibuka di PT Karya Putra Surya Gemilang ( KPSG ). Posisi ini akan ditempatkan di klien PT KPSG di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara. Berikut adalah posisi dan kualifikasi yang dibutuhkan:

1.Administrasi

Jobdesk : Memberikan pelayanan administrasi kepada nasabah eksternal maupun unit kerja lainnya (KCP-KK) sesuai dengan sistem kerja yang berlaku; Menatausahakan register surat masuk dan keluar; Melakukan pembuatan dan penyimpanan dokumen sesuai dengan ketentuan yang ada; Melakukan pengarsipan dokumen secara sistematis

Kualifikasi :

  • Pria dan Wanita
  • Usia Max.35 thn dan belum menikah
  • Pendidikan min SMA/SMK
  • Penyandang disabilitas tuna daksa
  • Menguasai program Microsoft Office (Excel, Word, Power point)
  • Teliti dan terorganisir dalam bekerja
  • Penempatan JABODETABEK

 

2.Call Center

Jobdesk : Memberikan pelayanan kepada nasabah melalui telepon; Memberikan informasi mengenai produk bank dan layanan bank sesuai dengan kebutuhan nasabah; Memberikan solusi terkait keluhan nasabah mengenai produk bank dan layanan bank; Mendokumentasikan (report) mengenai keluhan atau informasi yang ditanyakan oleh nasabah melalui telepon.

Kualifikasi :

  • Pria dan Wanita
  • Usia max.35 tahun;
  • Pendidikan minimal SMA/SMK
  • Penyandang tuna daksa;
  • Mampu mengoperasikan komputer (Ms.Office);
  • Bersedia bekerja shifting;
  • Kemampuan berkomunikasi baik (aktif secara verbal)
  • Penempatan JABODETABEK

 

3.Operator

Jobsesk : Menerima Telepon dan menyambungkan telepon ke bagian yang dituju.

Kualifikasi :

  • Pria dan Wanita
  • Usia Max.35 Tahun
  • Pendidikan minimal SMA/SMK
  • Penyandang Tuna daksa
  • Kemampuan berkomunikasi baik
  • Penempatan JABODETABEK

 

4.Agent Helpdesk

Jobdesk : melakukan monitoring jaringan computer, serta melakukan pengecekan jaringan apabila terjadi gangguan.

Kualifikasi :

  • Pria Dan Wanita
  • Usia Max.35 Tahun
  • Pendidikan Minimal SMA/SMK ( Komputer )
  • Penyandang Tuna daksa
  • Penempatan JABODETABEK

Jika Anda berminat, silakan kirimkan CV lengkap ke radyan.syahied@kpsg.com atau hubungi nomor 08567505235 untuk informasi lebih lanjut. Pelamar selanjutnya akan diundang untuk Psikotes dan Interview di PT KPSG.

Mohon informasikan lowongan pekerjaan di atas kepada keluarga, saudara atau teman Anda agar semakin banyak teman – teman dari penyandang disabilitas yang mendapatkan pekerjaan yang diimpikan, sehingga sekat diskriminasi di antara kita semakin lebur.

 

Salam Inklusif! 

[SEGERA] Lowongan Pekerjaan di Bank BRI untuk Penyandang Disabilitas

PT. Mutualplus Global Resources adalah Konsultan Manajemen Sumber Daya Manusia yang bergerak di bidang Jasa Rekrutmen, Alih Daya dan Tes Psikologi untuk kepentingan seleksi calon karyawan.

PT. Mutualplus Global Resources bekerja sama dengan PT. BRI (Persero) Tbk, saat ini sedang membutuhkan sumber daya manusia yang dinamis dan energik, khususnya penyandang disabilitas, untuk posisi-posisi sebagai berikut:

1. Petugas Administrasi BRI

Kualifikasi:

– Usia maksimal 25 tahun

– Pendidikan Minimal D3, IPK minimal 2,75 Semua jurusan

– Diutamakan mempunyai pengalaman kerja minimal 1 tahun

– Mampu berkomunikasi dengan baik, cekatan serta jujur

– Menguasai MS. Office minimal Word dan Excel

– Penempatan BRI wilayah JABODETABEK (Kantor Pusat, Kanwil, KCK)

 

2. Call Center BRI

Kualifikasi:

– Usia Maksimal 25 Tahun

– Pendidikan minimal D3 dengan IPK minimal 2.75

– Mampu berkomunikasi dengan baik dan aktif, cekatan serta jujur

– Memiliki pengalaman sebagai Costumer Service atau Call Center lebih diutamakan

– Penempatan untuk Wilayah Jakarta (Kantor Pusat)

 

3. Help Desk

Kualifikasi:

– Pria Usia Min 25 Th

– Pendidikan Min D3

– Mampu Mengunakan Microsoft Office ( Ms.Word, Excel, dan Power Point )

– Mengusai Progran yang berkaitan dengan Database

– Penempatan Untuk Wilayah Jabodetabek

 

4. Operator Telephone

Kualifikasi:

– Usia Maksimal 25 Tahun

– Pendidikan minimal D3 dengan IPK minimal 2.75

– Mampu berkomunikasi dengan baik dan aktif, cekatan serta jujur

– Penempatan untuk Wilayah Jabodetabek (Kantor Pusat, Kanwil, KCK)

 

 

**SEMUA LOWONGAN PEKERJAAN DI ATAS KHUSUS UNTUK PENYANDANG DISABILITAS**

 

 

Silahkan kirim Surat Lamaran Anda beserta CV lengkap dan Photo warna ukuran 4×6 ke alamat:

Sudirman Park B/15, JL. KH. Mas Mansyur Kav. 35 Jakarta Pusat 10220

Telp. 021-57940567 ext 313

atau

lamaran@mutualplus.co.id (subject : posisi)

http://joboard.mutualplus.co.id/

 

 

NB: Tidak dikenakan biaya apapun selama proses seleksi maupun setelah diterima kerja.

Informasi ini mohon disampaikan kepada teman-teman Anda yang membutuhkan dan memenuhi kualifikasi.

“Wear-to-be-Aware” is Back!

Tahun baru, semangat baru, paradigma baru!

Disabilitas, sejatinya hanyalah satu dari sekian banyak keragaman karakteristik yang melekat pada diri seseorang. Keragaman karakteristik ini tidak ubahnya perbedaan bentuk hidung, warna rambut, cara berjalan, cara belajar, ataupun cara berkomunikasi di antara kita.

Kalau kamu setuju dengan paradigma ini, kamu bisa edukasi ke semua orang yang berpapasan dengan kamu, baik secara langsung maupun tidak. Caranya?

Sesimpel dengan memakai kaos merchandise IDCC ini!

Disability is a part of Diversity

                                             Disability is a part of Diversity

Tertarik? Melalui program “Wear-to-be-Aware”, kami membuka pemesanan (Pre-order) hingga tanggal 31 Januari 2016. Caranya, kamu tinggal SMS/WA ke nomor 081283347308 (a.n. Mulyati), dengan format:
PO_Nama_Alamat_UkuranKaos_JenisLengan (panjang/pendek)

Keterangan:
– detail tulisan: Disability is a part of diversity (disabilitas adalah bagian dari keberagaman)

– warna lengan: biru; warna bagian badan: abu-abu Misty
– harga Rp100.000,00/potong (belum termasuk ongkos kirim)
– pembayaran paling lambat tanggal 31 Januari 2016
– proses pembuatan hingga pengiriman memakan waktu -+ 2 minggu.
– keuntungan dari penjualan akan digunakan untuk kepentingan edukasi dan pemberdayaan melalui program “Rumah Belajar Inklusif”

 

Kaos ini bahannya adem, jadi cocok dipakai dalam suasana apapun. Nggak percaya? Ini buktinya…

 

Kaos 1 kaos 2

kaos 4

Pengumuman Pemenang Lomba Potret Dunia Inklusif

Panitia lomba Potret Dunia Inklusif telah menerima banyak karya lukis dan foto dari peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari mulai Jakarta, Tangerang, Banjarmasin, Balikpapan, Subang, Kebumen, Semarang, Solo, Yogyakarta hingga Surabaya.

 

Karya kiriman peserta telah dinilai oleh para juri, yaitu:

Lomba Foto

1. Nestor Rico Tambunan (Dewan Redaksi Majalah Diffa)

2. Widarto Adi (fotografer profesional)

Lomba Lukis

1. Muhammad Priagung (pelukis)

2. Endang Setyati (pemerhati isu disabilitas)

 

Dan inilah dia para pemenang lomba….

Lomba Foto Kategori Dewasa

Judul: Menyentuh Difabel di Seluruh Indonesia

Nama fotografer: Mariana Kurniawati

Domisili: Yogyakarta

Juara Lomba Foto "Potret Dunia Inklusif" Kategori Dewasa

                      Juara Lomba Foto “Potret Dunia Inklusif” Kategori Dewasa

 

Lomba Foto Kategori Remaja

Judul: Permata di Mataku

Nama fotografer: Agnes Galuh

Domisili: Yogyakarta

 

Juara Lomba Foto "Potret Dunia Inklusif" Kategori Remaja

                      Juara Lomba Foto “Potret Dunia Inklusif” Kategori Remaja

Lomba Lukis Kategori Dewasa

Judul: The Winner

Nama fotografer: Budi Nurlisdianto

Domisili: Semarang

Juara Lomba Lukis "Potret Dunia Inklusif" Kategori Dewasa

                         Juara Lomba Lukis “Potret Dunia Inklusif” Kategori Dewasa

 

Lomba Lukis Kategori Remaja

Judul: Haruskah Ada Perbedaan di Antara Kita

Nama fotografer: Agus Irwansyah

Domisili: Surabaya

 

Juara Lomba Lukis "Potret Dunia Inklusif" Kategori Remaja

               Juara Lomba Lukis “Potret Dunia Inklusif” Kategori Remaja

Lomba Lukis Kategori Anak-anak

Judul: We Can Do that You Can Do

Nama fotografer: Faeyza Zahra Anindita

Domisili: Tangerang

Juara Lomba Lukis "Potret Dunia Inklusif" Kategori Anak-anak

                   Juara Lomba Lukis “Potret Dunia Inklusif” Kategori Anak-anak

 

Selamat kepada semua pemenang!

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan uang tunai senilai Rp500.000,00, merchandise IDCC (kaos) dan sertifikat lomba tingkat Nasional. Karena itu, dimohon kepada para pemenang untuk mengirimkan konfirmasi dan nomor rekening ke email idcc@live.com.

 

Terima kasih untuk semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam lomba ini. Tetap semangat berbagi inspirasi untuk membangun Indonesia yang inklusif!

Masyarakat Inklusif Bukanlah Impian Belaka: Catatan dari Pameran Potret Dunia Inklusif

 

Untuk merayakan Hari Disabilitas Internasional tahun ini, Indonesia Disabled Care Community (IDCC) mengadakan rangkaian acara “Potret Dunia Inklusif”. Topik acara ini dipilih menyesuaikan dengan tema HDI dari PBB, yaitu “Inclusion matters: Access and empowerment for people of all abilities”.
 
Sebagai rangkaian awal dari keseluruhan program, IDCC mengadakan lomba lukis dan foto “Potret Dunia Inklusif” yang bertema “Antara Realita dan Harapan”, yang pemenangnya bisa dilihat di berita ini. Kemudian, karya para peserta pun dipamerkan dalam acara puncaknya, yaitu “Pameran Potret Dunia Inklusif”. Pameran ini diadakan di gedung sponsor kami, yaitu di Kantor Pusat PT Indosat Ooredoo, pada hari Sabtu 19 Desember 2015. 
 
Ketika pertama kali menginjak lantai 25 gedung Indosat, pengunjung—yang datang dari berbagai komunitas dan daerah—langsung disambut dengan deretan foto dan lukisan keren yang dikirim para peserta lomba. Puas melihat-lihat, pengunjung pun diajak panitia ke dalam aula di lantai tersebut. 
 
IMG_8861IMG_0972
 
Pukul 10.30, MC pun membuka acara dengan ice-breaking lalu mempersilakan Ibu Endang Setyati, selaku Pembina IDCC untuk memberi sambutan, dilanjutkan sambutan dari perwakilan direksi Indosat Ooredoo, Bapak Yuana Kusuma. Berbagai kegiatan terus bergulir mengisi rangkaian acara Pameran ini seperti Talkshow ‘’Sudah Inklusifkah Indonesia?’’ bersama Sapto Nugroho (pendiri Sekolah Ideologi Kenormalan Semarang) dan Galuh Sukmara Soejanto (pendiri The Little Hijabi Homeschooling, Bekasi). Kedua pembicara talkshow adalah orang yang berkecimpung di dunia pendidikan inklusif dan advokasi hak-hak disabilitas. 
 
 
Apakah arti inklusif sebenarnya? Apakah Indonesia sudah bisa disebut inklusif?  Pertanyaan-pertanyaan inilah yang diketengahkan dalam Sesi talkshow. Pada dasarnya, masyarakat inklusif adalah  masyarakat yang terbuka dan menerima semua orang dengan beragam latar belakangnya. Semua orang, termasuk penyandang disabilitas, dihargai dan tetap mendapatkan hak-hak asasinya. 
 
Sapto Nugroho menyebutkan, “Sejak kita lahir hingga masa kanak-kanak, pikiran kita belum mengotak-kotakkan manusia jadi golongan tertentu. Justru orang dewasalah yang mulai menanamkan pola pikir yang membeda-bedakan.”
IMG_8792
 
Karena itulah, beliau mendirikan Sekolah Ideologi Kenormalan di Solo. “Sekolah” yang berbentuk seperti kelas/seminar intensif tersebut mencoba mengembalikan pola pikir kita tentang kenormalan. Pada dasarnya, manusia memiliki tiga unsur, yaitu jiwa, raga dan roh. Hanya ketika unsur-unsur ini tidak ada, manusia bisa dikatakan tidak normal. Selebihnya maka semua orang adalah normal, tanpa ada golongan minoritas dan mayoritas. 
 
Sementara itu, Galuh Sukmara juga mengubah pemikiran masyarakat dengan mendirikan The Little Hijabi Homeschooling di Bekasi. Beliau bercerita bahwa awalnya masyarakat di sekitar lokasi sekolah kaget mendapati ada sekolah untuk anak-anak disabilitas, bahkan sebagian gurunya juga tuli. Namun dengan pendekatan kepada orang tua dan masyarakat sekitar, lambat laun masyarakat pun menerima. Bahkan beliau dan timnya mengembangkan berbagai teknologi sebagai solusi dalam keterbatasan komunikasi, misalnya video adzan dengan bahasa isyarat, termasuk kisah-kisah teladan dan doa. 
 
Jadi, menurut mbak Galuh, masyarakat Indonesia sangat mungkin menjadi inklusif karena sejak zaman kerajaan Majapahit dan walisongo, konsep-konsep inklusif sudah diterapkan. Contoh kecilnya adalah bentuk visualisasi Punakawan yang terdiri dari fisik yang bermacam-macam.
Pak Sapto pun menambahkan bahwa untuk menjadi inklusif, masing-masing dari kita harus berkontribusi sesuai kapasitasnya, misalnya dengan mulai mengubah paradigma kita tentang inklusi dan disabilitas, ataupun dengan mengusulkan kepada pengelola sebuah gedung jika tidak aksesibel untuk semua.
 
 
Selain talkshow, acara diselingi berbagai hiburan, seperti Sit-down comedy oleh Habibie Afsyah, penampilan band akustik dari Sekolah Khusus Spektrum dan Live Painting oleh Rodhi Mahfur (Art Rodhi). Penampilan mereka kembali menegaskan bahwa disabilitas tidak menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Mereka tetap bekerja, sekolah, dan membawa nama harum Indonesia ke mancanegara. 
 
Aksi "Live Painting" oleh Art Rodhi

                      Aksi “Live Painting” oleh Art Rodhi

Sembari menunggu hasil live painting, peserta mengikuti sesi bedah buku ‘’Anakku CdLS’’ bersama Koko Prabu. Beliau seorang ayah yang membesarkan anaknya yang menyandang CdLS (Cornelia de Lange Syndrome).
IMG_1418
Bapak yang berdomisili di Solo ini menyampaikan bahwa CdLS terjadi bukan karena faktor keturunan namun adanya mutasi kromosom spontan pada saat proses pembuahan. Menurut penjelasan Koko Prabu, setidaknya ada dua puluh ciri-ciri anak penyandang CdLS yaitu berat badan kecil, pertumbuhan lambat, dan ukuran kepala yang kecil (mikrosefalus), alis yang lebat dan menyambung, hidung yang mendongak dan gangguan pada saluran pencernaan. Banyak usaha yang dilakukan oleh Koko Prabu untuk membangun kepercayaan diri anaknya (yang akrab disapa Oyik), seperti mengikuti berbagai terapi untuk perkembangan motorik dan mempertemukannya dengan banyak orang untuk memberi semangat. Kini Oyik telah menginjak usia 15 tahun. Beliau percaya suatu hari nanti anaknya akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh percaya diri dengan segala apa yang dia miliki sekarang. Untuk mengetahui kisah Koko Prabu dan keluarganya lebih dalam, silakan membeli buku ‘’Anakku CdLS’’ yang dapat diperoleh di berbagai toko buku, termasuk Gramedia.
 
Rangkaian acara hari itu ditutup dengan pembagian doorprize serta pemberian kejutan kecil untuk pembina IDCC, Bu Endang yang baru saja berulang tahun yang ke-65. Kue sederhana ini juga sebagai wujud syukur empat tahun didirikannya IDCC.
 
IMG_1470 IMG_1467
IMG-20151219-WA0020
Acara ini mendapat sambutan antusias dari para pengunjung. Bahkan direksi Indosat juga mengusulkan agar acara semacam ini diadakan lagi dengan lingkup yang lebih luas. Tentunya, kami juga berharap, ke depan, akan semakin banyak pihak yang saling bekerja sama untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia yang inklusif.

Lomba Potret Dunia Inklusif Diperpanjang hingga 7 Desember 2015

Selamat datang Desember, Bulan Kesadaran Disabilitas!

Sebagai pembuka hari di bulan istimewa ini, kami memberikan kabar gembira, yaitu: Lomba Potret Dunia Inklusif DIPERPANJANG sampai 7 Desember 2015.

So, buat yang masih belum menyelesaikan gambarnya atau belum berkesempatan memotret objek yang kece, manfaatkan kesempatan ini ya!

Info lebih lanjut tentang ketentuan lombanya, silakan klik tautanini.

PDI Extension

 

Panduan Lomba “Potret Dunia Inklusif”

IDCC sedang menyelenggarakan Lomba Foto dan Lukis bertajuk “Potret Dunia Inklusif”. Peserta lomba ini dikategorikan menjadi tiga, yaitu Anak-anak (usia 7 – 10 tahun), Remaja (11 – 17 tahun) dan Dewasa (18 tahun ke atas).

Untuk membantu peserta yang belum memahami dunia inklusif, panitia menyediakan panduan yang bisa dipakai untuk menjelaskan konsep disabilitas dan masyarakat inklusif.

Panduan ini bersifat anjuran dan contoh. Guru dan orang tua dapat mengembangkan sendiri isinya dan menyesuaikannya dengan bahasa target. Begitu juga dengan aktivitas yang dicantumkan dalam tiga slide terakhir.

Berikut ini adalah file presentasi yang bisa diunduh dan digunakan:

POTRET DUNIA INKLUSIF – panduan lomba

Anda juga bisa mengunduhnya melalui link berikut: https://goo.gl/d3Rg7b

 

Tips: setelah anak-anak/siswa selesai menggambar, Anda bisa mengirimkan karya mereka dalam satu amplop untuk dikirim ke alamat sekretariat kami, atau dipindai (scan) lalu dikirimkan melalui email.

Alamat:

Jalan Sumbangsih V NO. 3 RT 06 RW 01 Kel. Karet – Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan (12920)

Email: idcc@live.com

 

Selamat berkarya!