“Feeling”, Ketika Disabilitas Menyatukan Persahabatan

Ketika ketulusan menjadi landasan sebuah persahabatan, maka tak ada yang bisa menghalangi dua insan untuk menjalin kisah indah persahabatan, termasuk kendala bahasa. Setidaknya itulah storyline dari film “Feeling”.

Film yang diproduksi “Pilot Management” dari Jogja ini mengangkat kisah persahabatan antara seorang penyandang tuna netra dan tuna rungu yang sekaligus tuna wicara. Ide cerita ini terbilang baru karena belum pernah diangkat sebelumnya, dan sama sekali tidak ada unsur kesedihan atau memperlihatkan belas kasihan dari penonton.

Cerita ini akan digarap dalam durasi 3-5 menit, dengan memperlihatkan secara riil bagaimana dua orang dengan keterbatasan masing-masing—yang secara lahiriah tentu sangat sulit untuk bisa saling berkomunikasi, lebih-lebih menjadi seorang sahabat karib, namun dengan bahasa mereka sendiri, dengan pengertian dari perasaan mereka sendiri, mereka dapat mengerti kata-kata sahabatnya. Mereka bertukar cerita, bertukar perasaan, dan saling memberi harapan tanpa kata-bahasa yang sesungguhnya. Mereka mengunakan bahasa mereka sendiri, bahasa perasaan.

“Dengan film ini, kami berharap difabel bisa mendapatkan hak-hak mereka, pendidikan yang layak, hak-hak kehidupan sosial yang sama, infrastruktur yang bersahabat, struktur masyarakat yang bersahabat, sehingga kelak mereka dapat mengangkat harkat kehidupan mereka,” harap Alif Mahmudi, produser film ini.

Penasaran seperti apa filmnya? Sabar dulu ya, karena film ini masih dalam tahap editing. Simak dulu teaser film ini untuk tahu seindah apa kisah persahabatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *