Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan Bagi Penyandang Disabilitas

Oleh: Wirmandi Pamungkas

Pernahkah Anda mendengar orang terdekat Anda merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan? Atau justru Anda sendiri yang mengalami hal tersebut?

Bagi banyak orang, pekerjaan merupakan suatu hal yang sulit untuk didapatkan. Apalagi, permintaan serta kriteria tertentu yang disyaratkan oleh sebagian pemberi lapangan pekerjaan menambah tugas sendiri bagi banyak orang untuk memperoleh pekerjaan tersebut. Padahal, jika mereka sulit mendapatkan pekerjaan, mereka tidak dapat bekerja sehingga mereka tidak dapat mendapatkan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan dirinya ataupun keluarganya. Akibat lebih jauh dari kondisi ini, semakin banyak masyarakat yang menjadi pengangguran, serta tingkat kemiskinan di Indonesiapun akan semakin meningkat.

Kondisi tersebutpun dialami oleh banyak penyandang disabilitas. Padahal, secara perundang-undangan, Indonesia memiliki dua undang-undang terkait penyandang disabilitas; UU No. 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat, serta Peraturan Pemerinta No. 43 Tahun 1998 Tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat. Tak hanya itu, pada bulan Oktober 2011, Indonesiapun telah meratifikasi Konvensi PBB mengenai Hak Para Penyandang Disabilitas (UN Convention on the Rights of Person with Disabilities/UNCRPD). Ketiga hal tersebut secara jelas dan tegas menyatakan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan , penghidupan yang layak, serta perlakuan tanpa diskriminasi.

Namun, pelaksanaannya masih sangat jauh dari optimal. Hal ini dapat diliat dari belum banyak nya pemberi lapangan pekerjaan atau perusahaan yang memberikan kesempatan untuk para penyandang disabilitas untuk bekerja. Padahal, banyak para penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik di bidang teknologi, penulis, editor, maupun bidang lainnya. Namun, potensi tersebut tidak dapat terasah secara maksimal karena masih banyaknya pemberi lapangan pekerjaan tersebut yang tidak memberikan ruang untuk para penyandang disabilitas. Tak hanya itu, bahkan untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaanpun terasa amat sulit bagi mereka. Kurangnya informasi seputar lowongan pekerjaan untuk para penyandang disabilitas membuat akses para penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan semakin sempit.

Berdasarkan data The World Health Organization (2011), terdapat sekitar 15% atau sekitar 7 miliar orang di dunia adalah penyandang disabilitas. Bahkan, PBB melaporkkan bahwa 80% penyandang disabilitas hidup dalam kemiskinan. Hal- hal tersebut akan semakin buruk jika tidak adanya solusi serta aksi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Lalu, hal apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut?

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Pertama, peran pemerintah untuk mendorong perusahaan maupun pemberi lapangan pekerjaan untuk memberi kesempatan bekerja pada para penyandang disabilitas. Pemerintah dapat melakukan pengawasan yang lebih baik terhadap peraturan yang telah dibuat yaitu agar setiap usaha mempekerjakan minimal satu persen penyandang disabilitas. Selain itu, perlunya kegiatan seperti pameran lowongan pekerjaan yang dapat mempertemukan pemberi lapangan pekerjaan dengan para penyandang disabilitas. Pameran tersebut dapat memperluas akses para penyandang disabilitas untuk memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan. Lebih lanjut, perlunya pelatihan untuk para penyandang disabilitas agar mereka semakin dapat memaksimalkan potensinya dalam bekerja.

Kondisi ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, pemberi lapangan pekerjaan, serta masyarakat untuk dapat menyuarakan kewajiban dan hak para penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat berkontribusi untuk orang sekitar dan juga untuk bangsa tanpa adanya diskriminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *